Hadith


Beramal dan Menyampaikan


Random Hadith Widget

Wednesday, November 28, 2012

Tempat Perhimpunan Mingguan Ummat Islam di Malaysia

(dipetik dari: http://karkuzaridakwahiman.blogspot.co.uk/2011/01/malam-perhimpunan-markaz-dakwah-dan.html)

Malam Perhimpunan/ Markaz Dakwah dan Tabligh Malaysia
Labels: muzakarah

Senarai tempat perhimpunan mingguan umat Islam

SEMENANJUNG MALAYSIA

1. Masjid Jamek Bandar Baru Seri Petaling, Kuala Lumpur - Hari Sabtu malam Ahad.
2. Madrasah Miftahul Hidayah, Beseri, Perlis - Hari Sabtu malam Ahad.
3. Madrasah Hafiz Bukit Choras, Kota Sarang Semut, Alor Setar, Kedah - Hari Khamis malam Jumaat.
4. Madrasah Tahfiz Al-Quran, Sg. Petani, Kedah - Hari Khamis malam Jumaat.
5. Madrasah Tahfiz Al-Quran, Bukit Pinang, Jitra, Kedah - Hari Khamis malam Jumaat.
6. Madrasah Manabi'ul- Ulum, Penanti, Pulau Pinang - Hari Jumaat malam Sabtu.
7. Masjid Benggali, Penang - Hari Khamis malam Jumaat.
8. Masjid Hanafi, Taiping, Perak - Hari Sabtu malam Ahad.
9. Masjid Abdul Karim, Selama, Perak - Hari Jumaat malam Sabtu.
10. Madrasah Taman Pinji Perdana, Ipoh, Perak - Hari Sabtu malam Ahad.
11. Masjid Jamek Rahang, Seremban, Negeri Sembilan - Hari Sabtu malam Ahad.
12. Madrasah Al-Hidayah, Tengkera, Melaka - Hari Sabtu malam Ahad.
13. Madrasah Tahfiz Al-Quran, Batu Pahat, Johor - Hari Sabtu malam Ahad.
14. Madrasah Tahfiz Al-Quran, Sinaran Baru, Kempas, Johor - Hari Sabtu malam Ahad.
15. Masjid Ahmad Shah, Jerantut, Pahang - Hari Sabtu malam Ahad.
16. Masjid Mat Kilau, Jalan Gambang, Kuantan, Pahang - Hari Sabtu malam Ahad.
17. Madrasah Al-Quran, Kubang Bujuk, Kuala Terengganu, Terengganu - Hari Khamis malam Jumaat.
18. Masjid Pakistan, Besut, Terengganu - Hari Khamis malam Jumaat.
19. Madrasah Dusun Raja, Kota Bharu, Kelantan - Hari Khamis malam Jumaat.

SABAH & SARAWAK

20. Surau Darul Muttaqin, Kampung Semerah Padi Semariang, Petra Jaya, Sarawak - Hari Sabtu malam Ahad.
21. Masjid Daerah, Bintulu, Sarawak - Hari Sabtu malam Ahad.
22. Masjid An-Na'im, Lutong, Miri, Sarawak - Hari Jumaat malam Sabtu.
23. Masjid Al-Qadim, Sibu, Sarawak - Hari Sabtu malam Ahad.
24. Masjid Besar, Limbang, Sarawak - Hari Sabtu malam Ahad.
25. Surau Al-Ansor, Perumahan Batu Arang, Labuan - Hari Sabtu malam Ahad.
26. Masjid Hj. Akbar Khan, Kg. Bingkol, Beaufort, Sabah - Hari Sabtu malam Ahad.
27. Masjid Pekan Menggatal, Kota Kinabalu, Sabah - Hari Sabtu malam Ahad.
28. Madrasah Kg. Tanjung Batu Darat, Tawau, Sabah - Hari Sabtu malam Ahad.
29. Masjid Muroqabah, Kg. BDC, Sandakan, Sabah - Hari Sabtu malam Ahad.

Program Malam Perhimpunan.
1) Waktu Asar. - Majlis Taklim Fadhail Amal. - Ceramah umum/ bayan Asar.
2) Waktu Maghrib. - Sembahyang fardhu berjemaah. - Ceramah umum/ bayan Maghrib.
3) Waktu Isyak. - Sembahyang fardhu berjemaah. - Pembacaan kitab Hayatus Sahabah. - Rehat. - Qiyamullail (sembahyang secara bersendirian).
4) Waktu Subuh - Sembahyang fardhu berjemaah. - Ceramah umum/ bayan Subuh.
Bersurai selepas waktu Isy'raq (suruk).

Sunday, November 25, 2012

Friday, November 23, 2012

Ustaz Azhar Idrus - Tanya Ustaz (Hukum Jemaah Tabligh)

Terima kasih Ustaz! Semoga teguran, nasihat dan panduan dari ustaz memberi manfaat kepada pengusaha-pengusaha dakwah dan tabligh. Amin.

Apakah Jamaah Tabligh Gerakan Sesat?

Apakah Jamaah Tabligh Gerakan Sesat?

(dipetik keseluruhannya dari http://www.fatihsyuhud.net/2012/09/apakah-jamaah-tabligh-gerakan-sesat/)

Ulama Wahabi Salafi menganggap Jamaah Tabligh adalah gerakan sesat. Sedang ulama Sunni lain seperti Yusuf Qardhawi dan Wahbah Zuhaili menganggap JT sebagai gerakan dakwah yang sangat baik.

Oleh A. Fatih syuhud
Ditulis untuk Buletin Al-Khoirot Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Apakah Jamaah Tabligh (JT) itu gerakan sesat? Pertanyaan ini diajukan oleh salah seorang alumni PP Al-Khoirot sekitar dua bulan lalu melalui SMS.[1] Pertanyaan tersebut wajar diajukan karena Jamaah Tabligh merupakan gerakan da’wah yang lahir dan berkembang di luar Indonesia, tepatnya di India. Sehingga tidak banyak santri dan kyai Indonesia yang memahami gerakan da’wah JT saat gerakan ini mulai masuk ke Indonesia. Apalagi ada pendapat beberapa ulama Arab Saudi yang menganggap JT sebagai gerakan sesat, bid’ah dan bahkan syirik.

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, misalnya, berfatwa demikian: “Adapun jama’ah (firqah) tabligh yang terkenal dari India itu, di dalamnya terdapat khurafat-khurafat, bid’ah-bid’ah dan kesyirikan-kesyirikan. Maka tidak boleh khuruj (keluar) bersama mereka. Kecuali kalau ada ulama yang ikut bersama mereka untuk mengajari mereka dan menyadarkan mereka, maka ini tidak mengapa. Tapi kalau untuk mendukung mereka, maka tidak boleh, karena mereka memiliki khurafat dan bid’ah. Dan orang alim yang keluar bersama mereka hendaknya menyadarkan dan mengembalikan mereka kepada jalan yang benar.” [2]

  Shaleh Fauzan al Fauzan[3] memiliki pendapat yang hampir serupa dengan mengatakan bahwa “Jamaah Tabligh adalah kelompok bid’ah shufiyyah, maka tidak boleh berjalan dan bermajelis dengan mereka.”[4]

  Muhammad Nashiruddin Al Albani[5] saat ditanya soal Jamaah Tabligh menjawab, “Yang saya yakini bahwa da’wah tabligh adalah: sufi gaya baru. Da’wah ini tidak berdasarkan kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Khuruj yang mereka lakukan dan yang mereka batasi dengan tiga hari dan empat puluh hari, serta mereka berusaha menguatkannya dengan berbagai nas, sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan nash secara mutlak.” [6]

Pendapat seputar Jamaah Tabligh

Para pengikut dan simpatisan JT tentu tidak perlu khawatir dengan opini para ulama di atas dan banyak fatwa ulama lain yang serupa. Karena, pendapat yang menganggap gerakan JT sesat didominasi oleh ulama Arab Saudi yang dikenal ekstrim dan kurang toleran dalam menilai kelompok lain. Sebagaimana diketahui ulama yang memiliki jabatan profesi di kerajaan maupun universitas Arab Saudi umumnya adalah mereka yang berfaham Wahabi atau Salafi. Sebuah faham yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab. Kelompok yang mengklaim paling murni menjalankan ajaran Islam ini dikenal sering menghakimi kelompok lain dalam Islam sebagai bid’dah dan syirik.

Untungnya, Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakat yang awal berdirinya terinspirasi Wahabi tidak bertaklid pada opini ulama Wahabi dalam menilai JT. Dalam salah satu fatwanya, Majlis Tarjih Muhammadiyah menyatakan:

  “Kelompok Jama‘ah Tabligh … itu belum dapat dikategorikan golongan yang sesat, kecuali jika ada hal-hal lain yang mereka lakukan yang berlawanan dengan rukun Islam dan rukun Iman, yang tidak terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.”[7]

Yusuf Qardhawi termasuk di antara ulama kontemporer yang tidak menganggap JT sebagai gerakan sesat. Lebih dari itu, ia menganggap Maulana Muhammad Ilyas, pendiri JT, sebagai seorang da’i dan mujaddid (pembaharu) besar. Dan bahwasanya Maulana Ilyas termasuk di antara juru dakwah hebat yang pernah dikenal dunia Islam.[8]

Wahbah Az Zuhayli, pakar fiqh asal Suriah, sangat mengapresiasi gerakan ini. Penulis kitab Mawsu’ah al Fiqh al Islamy wal Qadhaya al Muashirah (14 jilid) ini bahkan sangat memuji JT. Dalam salah satu fatwanya ia mengatakan bahwa “anggota Jamaah Tabligh adalah orang-orang yang sangat baik, salih, dan zuhud dan banyak berkorban untuk menyebarkan akidah Islam. ”[9] Az Zuhayli bahkan menganggap sangat tidak pantas mempertanyakan status sesat atau tidak sesatnya JT. Bagi Az Zuhayli, orang yang mempertanyakan niat baik JT adalah orang yang dengki.[10] Berikut pertanyaan seputar JT dan jawaban lengkap dari Az Zuhayli:[11]

مارأيكم في جماعة الدعوة والتبليغ؟
جماعة الدعوة والتبليغ هم الآن أمة التبليغ القائمة بفرض الكفاية‏،‏ وإن كان منهجهم على الطريقة الهندية وهي عرض الإسلام من جانب سلمي‏،‏ وربما يكون هذا مناسباً في مبدأ الأمر ليدخل الناس في دين الله ثم تكتمل ثقافتهم ومعرفتهم ببقية أحكام الإسلام. فهم إذن يستنون بسنة وسيرة النبي صلى الله عليه وسلم في التفرقة بين المرحلة الملكية والمرحلة المدنية
وعلى أية حال‏:‏ إن هجوم بعض الناس عليهم لا مسوغ له‏،‏ فهذا منهج أفضل من منهج المهاجمين الذين يتشددون في عرض الإسلام.
وهؤلاء الدعاة في غاية الصلاح والتقوى والزهد والتضحية من أجل نشر العقيدة‏،‏ فلماذا نسأل عنهم؟‏!‏ إلا لعرقلة مسيرة الدعوة والتبليغ‏،‏ وحسداً من الآخرين الذين يكفرون كما يكفرون أغلب المسلمين غيرهم.

Dalam dua paragraf terakhir (yang saya beri teks tebal), Az Zuhayli sedikit menyindir kelompok yang menyerang JT –yakni kalangan ulama Wahabi—dengan mengatakan bahwa JT jauh lebih baik dari pengeritiknya yang suka mengkafirkan orang lain selain kelompok mereka sendiri.

Kritik terhadap Jamaah Tabligh

  Jadi jelas, bahwa JT bukanlah gerakan sesat. Di mata para ulama terkemuka dunia, mereka justru sebuah gerakan yang membawa berkah bagi umat Islam. Namun demikian, bukan berarti tidak ada kritik yang dialamatkan pada gerakan ini. Beberapa kritik untuk sebagian (besar) anggota JT antara lain:
■Kurang ilmu. Kritik ini muncul dari Habib Mundzir Al Musawa seorang ulama Jakarta. Ia mengatakan bahwa JT hendaknya memprioritaskan mencari ilmu terlebih dahulu sebelum berdakwah atau berdakwah tanpa lupa mencari ilmu. Agar tidak terjadi fanatisme aliran dan tidak ngawur. Terutama saat mereka ditanya perihal agama pada saat menjalankan dakwahnya. Ia mengakui bahwa tidak semua anggota JT orang bodoh di bidang agama.
■Komitmen pada hadits shahih perlu mendapat penekanan,
■Metode khuruj dengan hitung-hitungan tertentu juga masih perlu didiskusikan.
■Jika seseorang mau khuruj empat bulan dengan meninggalkan keluarganya maka yang harus diperhatikan adalah apakah sudah menyediakan nafkah untuk keluarganya selama mereka ditinggalkan. Khuruj begitu saja tanpa memperhatikan nafkah merupakan tindakan yang kurang bijak. Bertawakkal kepada Allah bukan berarti mengesampingkan usaha yang benar.
■Hantam kromo. Dari semangatnya berdakwah sampai lupa etika berkomunikasi. Saat bersilaturrahmi pada ulama disamakan dengan cara ketika berbicara dengan orang yang buta huruf. Semua dalil yang dihafalnya keluar begitu saja tanpa rem. Padahal untuk mengambil hati orang pintar di bidang agama, cara terbaik adalah dengan bertanya, meminta saran dan petunjuk. Bukan menasihati. Bayangkan apabila anak TK memberi kuliah ilmu hitung pada seorang dosen matematika.
 ■Fanatisme golongan. Tidak sedikit anggota JT yang secara eksplisit mengatakan bahwa orang yang di luar JT adalah “orang-orang yang belum mendapat hidayah.” Kata-kata ini jelas tidak benar, bodoh dan tidak taktis. Dan itu semakin memperkuat stereotipe yang menganggap bahwa JT kumpulan orang-orang yang “tidak pintar.”
■India minded. Personil JT Indonesia terlalu dipengaruhi gaya berpakaian ala India. Itu bisa dilihat dari kesukaan memakai kurta (baju putih semi jubah), pakai sandal jepit dan kurang rapi.

Kesimpulan

Jamaah Tabligh adalah gerakan dakwah yang didirikan oleh seorang ulama India bernama Maulana Muhammad Ilyas pada 1920. Gerakan ini bertujuan untuk “mengislamkan orang Islam” yang kurang komitmen terhadap ajaran agamanya. JT bukanlah gerakan sesat. Ia juga bukan kelompok ekstrim yang mudah mengkafirkan orang lain. Walaupun fanatisme golongan terkadang muncul. Dengan sistem perekrutan yang terbuka dan seperti MLM (multi level marketing) di mana setiap anggota “diwajibkan” untuk mendapat anggota baru, maka gerakan ini tumbuh dengan pesat di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Yang suka dan merasa cocok dengan metode dakwah JT dipersilahkan bergabung menjadi bagian da’i global. Yang tidak suka atau kurang cocok, tidak perlu ikut. Juga tidak perlu mencaci. Apalagi mengafirkan mereka. Terlepas dari segala kekurangan para personil JT, mereka jelas telah berbuat sesuatu untuk Islam. Yang belum tentu dilakukan oleh para pengeritiknya. JT adalah bagian dari keindahan Islam yang yang membolehkan munculnya berbagai macam kelompok tapi tetap berpayung dalam satu akidah Islam.

Pada saat yang sama, JT juga hendaknya bermawas diri dan membuka kuping lebar-lebar terhadap kritik. Karena kritik tidak muncul dari ruang hampa.[]

 Rujukan

  [1] Saya memang membuka konsultasi agama melalui SMS dan internet (email, website, facebook, twitter) kepada siapa saja yang memiliki persoalan yang belum terjawab.
  [2] Dari kaset Al Qaulul Balig Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (1909 – 1999) adalah Mufti Agung Arab Saudi.
  [3] Salah seorang mufti resmi Kerajaan Arab Saudi anggota Lajnah Daimah lil buhuts wal ifta’ Arab Saudi.
  [4] Shaleh Fauzan Al Fauzan, Al Ijabatu al-Muhimmah fil Masyakil al-Malammah, hal. 145.
  [5] Muhammad Nashiruddin Al Albani adalah seorang ahli hadits universitas Islam Madinah.
  [6] Dari kaset Al Qaulul Baligh fir Radd ‘ala Firqatit Tabligh.
  [7] tarjihmuhammadiyah.blogspot.com 10 Oktober 2011
  [8] Yusuf Qardhawi, Asy-Syaikh Abul Hasan An Nadwi Kama Aroftuhu (اشيخ أبو الحسن الندوي كما عرفته)
  [9] وهؤلاء الدعاة في غاية الصلاح والتقوى والزهد والتضحية من أجل نشر العقيدة Lihat fatawa di zuhayli.com
  [10]لماذا نسأل عنهم؟‏!‏ إلا لعرقلة مسيرة الدعوة والتبليغ‏،‏ وحسداً من الآخرين
  [11] ibid

-------------------------------

Pandangan peribadi saya mengenai artikel diatas:

1. Alangkah baiknya sekiranya rakan-rakan dari gerakan Islam lain seperti harakah dan siasah mengambil pendirian seperti mana yang dibuat oleh Syaikh Yusuf al-Qardhawi dan Syaikh Wahbah Zuhaili didalam menilai usaha dakwah dan tabligh. Pandangan mereka adalah lebih kepada penyatuan dan kasih sayang dan ukhuwwah, dan menjauhi dari perpecahan dan mencari-cari keburukan.

2. Nasihat, teguran dan pandangan oleh para alim ulama' mengenai usaha dan pengusaha dakwah dan tabligh dengan tujuan memperbaiki apa-apa yang lemah pastinya diterima oleh pengusaha dakwah dan tabligh dengan hati yang terbuka. Ini kerana tujuan melibatkan diri dengan usaha yang suci murni inipun, antaranya adalah untuk islah dan perbaikan diri. Dan nasihat-nasihat sebegini adalah sangat diharapkan.

3. Diantara kritikan-kritikan yang ada didalam artikel diatas, ada yang telah dibincangkan didalam blog ini dan blog rakan-rakan seusaha yang lain.

Semoga Allah mengembalikan kesatuan ummat ini, menguatkannya, dan menjadikan setiap ummat ini sebagai daie agama-Nya yang bertebaran bagi menegakkan panji-panji agama-Nya ke seluruh alam. Amin.

Mengapa Allah tidak membantu kita?

Tuesday, November 20, 2012

Apabila kuatnya iman..

Hazrat Maulana Muhammad Ilyas al-Kandhlawi Rahimahullah berkata, "Jika aku hendak menamakan usaha ini, maka akan ku namakannya sebagai Gerakan Iman".

Antara matlamat usaha dakwah & tabligh ini adalah untuk mengajak seluruh manusia agar beriman kepada Allah, agar yang beriman menjadi semakin kuat imannya, dan agar iman manusia sentiasa selamat dari dicuri oleh syaitan. Apabila iman manusia meningkat dan menjadi semakin kuat, maka agama akan mula datang kepada manusia secara berperingkat. Ibadah akan datang, muamalah akan datang, muasyarah akan datang, akhlak akan datang. Sampai satu peringkat, keseluruhan ummat ini akan amalkan keseluruhan agama yang diturunkan oleh Allah sebagaimana yang ditunjuk ajarkan oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam.

Apabila ahli maksiat buat usaha atas imannya, maka akan datang kekuatan didalam dirinya untuk menghentikan maksiat yang diamalkannya.

Apabila orang yang selalu meninggalkan solat buat usaha atas imannya, maka akan datang kekuatan didalam dirinya untuk istiqomah didalam mengerjakan solat.

Apabila seorang yang jahil buat usaha atas imannya, maka akan datang kekuatan dan keinginan didalam dirinya untuk mengetahui perintah-perintah Allah dalam setiap keadaan dan ketika dan mengamalkannya.

Apabila seorang yang lalai dan leka dengan perkara duniawi buat usaha atas imannya, maka akan datang kekuatan didalam dirinya untuk kembali menyebut nama Allah dan sentiasa mengingati-Nya pada setiap masa dan keadaan.

Apabila seorang ayah buat usaha atas imannya, maka akan datang kekuatan didalam dirinya untuk mendidik anak isteri dan rumah-tangganya ke arah mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Apabila seorang yang hatinya cenderung kepada kemasyhuran dan pandangan manusia buat usaha atas imannya, maka lama-kelamaan dengan istiqomah dan sentiasa membetulkan niat, Allah akan kurniakan keikhlasan didalam hatinya.

Apabila ahli perniagaan buat usaha atas imannya, maka akan datang kekuatan didalam dirinya untuk berniaga menurut cara yang ditunjukkan oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam. Muamalah Islam akan dijalankan dan sistem ekonomi Islam akan mula terbina.

Apabila penguasa buat usaha atas imannya, maka akan datang kekuatan didalam dirinya untuk mentadbir dan memerintah dengan cara yang Allah kehendaki. Perintah-perintah Allah akan dijalankan didalam bidang kuasa dan pentadbirannya. Sistem sahsiah Islam akan mula terbangun.

Sebab itulah alim ulama' dakwah mengatakan, bahawa masalah yang melanda ummat pada zaman ini hanyalah berpunca dari satu sebab, iaitu lemah iman. Dan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah ini ialah dengan buat usaha atas iman.

Apabila iman ummat ini menjadi kuat, maka agama yang sempurna akan mula datang kepada ummat ini. Apabila agama yang sempurna diamalkan oleh ummat ini, maka Allah beserta pertolongan-Nya akan bersama dengan ummat ini. Dan bila Allah bersama dengan ummat ini, maka tiada siapa yang akan dapat mengalahkan ummat ini. Maka Islam akan kembali gemilang seperti gemilangnya agama ini dizaman Nabi Sallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat.

Tuesday, November 13, 2012

Masjid di Raiwind, Pakistan

Masjid di Raiwind, Pakistan

Ke mana engkau hendak pergi?

Bayan oleh Hazrat Maulana Tariq Jamil yang menyayat hati..

Sunday, November 11, 2012

Monday, November 5, 2012

Tabligh, Taklim dan Tazkiyyah

By Haji Shakeel Ahmad
Translated by Dr Abu Tamim

” Sabse pehle tablig mein nikla tablig mein nikal kar talab paida hoi, phir amal karne ke liye masaail sikhne ki zaroorat mahsoos hoi tu ulama se raabta kiya, phir jab Hazrat Maulana Abdul Haleem Sahab ke paas gaya tu pata chala ke apne andar dil ke marz hai jinka ilaaj karna zaroori hai.
Talab paida karne ke liye tablig hai aur amal karne ke liye masaail ki zaroorat hai tu ulama se puchna hoga, aur jab ye sab kaam karenge tu shaitan chood kar nahi jayega to dil ke ilaaj ke liye shaikh ki zaroorat hai is liye sabse pehle number par tablig hai ke talab na hogi to na ulama ke paas jayega na kisi shaikh ke paas.”

 
Translation:
First I went in Tabligh and going in Tabligh produced a desire [for din] in me. Then I felt a need for knowledge of masa’il in order to perform (good) deeds, so I connected myself with the scholars. Then when I went to Mawlana Abdul Haleem Saheb [Jaunpuri] I realized that I was suffering from diseases of the heart which needed to be treated.
So Tabligh is for creating desire for dinand then for practising Islam knowledge of masa’il is important and the ‘ulama have to be consulted and (even) after doing this, shaytan will not leave us alone so we need a shaykh for correcting our hearts. That is why Tabligh is number one because if there is no desire then one will neither go to the scholars nor to the shuyukh.

Disalin dari
http://ahlalbidah.wordpress.com/2012/09/20/tabligh-talim-and-tazkiya/#more-27


Terjemahan bebas:

Oleh: Haji Shakeel Ahmad

Pertama, saya keluar bersama Jamaah Tabligh dan dengan bertabligh, ia mewujudkan keinginan kepada agama didalam diri saya. Kemudiannya saya berasa perlu kepada ilmu pengetahuan masa'il bagi melaksanakan amalan agama, jadi saya menghubungkan diri dengan alim ulama'. Kemudiannya saya pergi kepada Maulana Abdul Halim Jaunpuri, maka saya menyedari bahawa saya menghidapi penyakit hati yang perlu untuk diubati.

Jadi, Tabligh ialah untuk mewujudkan keinginan kepada agama dan kemudiannya untuk mengamalkan Islam, ilmu masa'il adalah penting dan ulama' perlulah dirujuk dan selepas melakukan ini, syaitan (tetap) tidak akan meninggalkan kita sendirian, maka kita perlu kepada syaikh untuk membetulkan hati kita. Inilah sebabnya mengapa Tabligh nombor satu, kerana jika tiada keinginan (kepada agama), seseorang tidak akan pergi kepada ulama' atau kepada syaikh.


 

Pengiktirafan Ulama' Maliki terhadap aliran Deobandi


Sila rujuk
http://www.friendsofdeoband.com/?p=1444#more-1444

Ringkasnya, Syaikh dari Mazhab Maliki bernama Shaykh ‘Abd al-Shakur Brooks menulis jawapan ringkas mengenai Ulama' Deoband di South Africa dan Britain. Syaikh mengatakan bahawa begitu banyak para alim ulama' hadith yang besar seperti Shaykh Muhammad ‘Awammah, [Shaykh] ‘Abd al-Fattah Abu Ghuddah dan ribuan lainnya yang memuji aliran (Deoband)  ini kerana telah memberi sumbangan besar terhadap disiplin ilmu sains fiqh dan hadith. Sehinggakan Syaikh Abdul Fattah pernah menyatakan,

'...had it not been for them the science of hadith would have been lost in this last century.'
[terjemahan bebas] ' Jika tidak kerana mereka (Ulama' Deoband), maka ilmu Sains Hadith mungkin telah hilang pada abad yang akhir ini.'

Dalam tempoh kurang dari 70 tahun, mereka (Deobandi) juga telah menyedia (dan mengembangkan  institusi) pendidikan agama secara percuma dengan kos yang sangat rendah di seluruh dunia - di Afrika, Asia dan Barat.

Dan Syaikh mengatakan, 'We both have not contributed anywhere close to what they have, than we should keep our mouths closed least our tongue backfire on us…'
[terjemahan bebas] 'Sumbangan kita (terhadap agama) tidak langsung dapat dibandingkan dengan sumbangan mereka (yang begitu banyak), jadi sepatutnya kita menutup mulut kita (agar sekurang-kurangnya) lidah kita (yang digunakan untuk mengkritik mereka) tidak menikam diri kita sendiri.'

Sunday, November 4, 2012

Keluar IPB selepas habis belajar

Tulisan ini ditujukan khasnya buat adik-adik yang sedang belajar dan sedang bersemangat untuk keluar di jalan Allah, terutama di IPB setelah tamat belajar nanti. Semoga bermanfaat.

***

Ibu bapa  mana yang tak menyayangi anak-anak mereka. Semuanya mahukan anak-anak mereka berjaya - dalam pelajaran, dalam kerjaya, dalam kehidupan. Cumanya kadang-kadang ada ibu bapa yang terlepas pandang akan kejayaan yang sebenarnya, yang Allah Taala letakkan dalam agama.

Ada anak-anak yang belajar di menara gading yang mula berjinak-jinak dengan usaha dakwah yang suci murni ini, menyedari akan perihal kepentingan agama dan usaha agama. Namun mereka tidak nampak jalan bagaimana untuk meyakinkan ibu bapa mereka agar mengizinkan mereka keluar 4 bulan di jalan Allah, apatah lagi ke luar negara seperti di India, Pakistan dan Bangladesh.

Dalam hal ini, sebaik-baiknya kita mendengar nasihat elders, agar sentiasa berkhidmat untuk orang tua kita. Dan jangan lupa mendoakan mereka selepas tiap kali solat fardhu dan sunnat. Doa keampunan untuk mereka, dan semoga Allah sentiasa melindungi dan memelihara mereka.

Memang susah untuk kita menjelaskan maksud kita keluar ke jalan Allah kepada mereka, kerana seolah-olah seperti kita hendak mengajar mereka agama pulak. Maka satu cara lain yang boleh kita gunakan, ialah dengan menjelaskan kepada mereka perihal manfaat duniawi yang akan kita peroleh melalui 'pengembaraan' 4 bulan ini. 'Fadhilat' dunia ini mungkin lebih mudah untuk mereka fahami dan hadam.

Diantaranya:

1. Untuk meluaskan pandangan dan pengalaman hidup kita di negara luar buat beberapa ketika
2. Untuk kita melihat kehidupan manusia khususnya masyarakat Islam di negara Islam seperti Pakistan dan Bangladesh, dan bagaimana mereka menjalankan kehidupan sebagai orang Islam walaupun didalam penuh kesederhaan dari aspek material.
3. Untuk kita lihat bagaimana  ummat Islam yang minoriti dapat menjalankan kehidupan beragama di negara seperti di India.
4. Sebagai hadiah untuk kita kerana telah berjaya menamatkan pelajaran dengan cemerlang (Jadi kena pastikan dapat 1st class atau cemerlang dalam pelajaran, dengan niat untuk memudahkan kita dapat keluar ke jalan Allah)
5. Orang-orang muda di barat biasa mengembara ke seluruh dunia setelah tamat pelajaran. Kadang-kadang sampai setahun, kemudin barulah mereka mula bekerja. Jadi kalau orang barat menghabiskan masa pergi mengembara ke gunung, bukit, sungai, gua, pasar-pasar dan sebagainya, mengapa kita disekat dari mengembara dengan tujuan dan cara yang jauh lebih mulia dan murni?
6. Kita keluar tanpa perlu menyusahkan mereka dari segi kewangan (Maka pastikan kita menabung duit sedikit demi sedikit dari sekarang. Tekankan nafsu untuk membeli barang yang bukan keperluan, sebaliknya duit dikumpul untuk tujuan keluar ke jalan Allah. Setiap sen akan mendapat ganjaran Insyaallah. Dan elakkan dari berhutang kerana ini akan menjadi kekangan semasa hendak keluar nanti. Pastikan juga wang mencukupi untuk membuat pasport dan visa).
7. Kita sudah tidak berpeluang untuk menjadi ustaz, alim dan hafiz. Tak berpeluang untuk belajar di pondok dan madrasah. Tak sempat mengaji di Darul Ulum Deoband, Universiti al-Azhar atau Pesantren Kiyai Uzairon. Maka inilah peluang selama 4 bulan, sekurang-kurangnya untuk bergaul dengan para alim ulama' yang menghabiskan masa kehidupan mereka untuk agama, merasai kehidupan di 'madrasah bergerak', peluang untuk memperbaiki bacaan Qu'ran melalui halaqah tajwid harian, peluang untuk mengamalkan solat sunnat dan menghafal zikir dan doa-doa masnun.
8. Aktiviti 'rehlah dakwah' ini akan menjadi benteng buat bekalan semasa dunia pekerjaan nanti, dari kita terjerumus dalam aktiviti kemungkaran atau kesesatan.
9. Keluar 4 bulan ini adalah sebagai period yang memberi peluang untuk kita merehatkan fikiran dan emosi setelah tenggelam didalam dunia pelajaran selama belasan tahun. Juga sebagai period buat kita merancang masa depan kita di alam pekerjaan dan alam perkahwinan.
10. Keluar 4 bulan ini adalah sebagai persediaan untuk kita memikul tanggungjawab sebagai pemuda, seorang dewasa, dan seorang yang akan memberi sumbangan kepada keluarga, masyarakat dan negara [sebenarnya persediaan untuk memikul tanggungjawab sebagai hamba Allah, ummat Nabi dan pewaris al-Qur'an]

Semoga Allah mengumpulkan kita bersama ibu bapa kita dan mereka yang kita kasihi di Syurga Firdhaus kelak, dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, amin.

Wallahu a'lam.