Hadith


Beramal dan Menyampaikan


Random Hadith Widget

Wednesday, July 13, 2011

Dalil Jaulah Dalam Surah Yasin

Terjemahan Surah Yasin, ayat 13-27:

13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka;
14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian kami kuatkan dengan (utusan) ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu".
15. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".
16. Mereka berkata: "Rabb kami lebih mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.
17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".
18. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan mereajam kamu dan kamu pasti akan mendapatkan siksa yang pedih dari kami".
19. Utusan-utasan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas".
20. Dan datanglah dari ujung kota seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku ikutilah utusan-utusan itu,
21. ikutilah orang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
22. Mengapa aku tidak menyembah (Ilah) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?
23. Mengapa aku akan menyembah ilah-ilah selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa'at mereka tidak memberi manfa'at sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?
24. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Rabbmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.
26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,
27. apa yang menyebabkan Rabbku memberikan ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".


(Terjemahan diatas dipetik dari http://www.ismail.com.my/quranM.htm#Yaasin)


Peristiwa Besar yang terjadi dalam Surah Yasin

Tak ada peristiwa kecil yang termuat dalam al-Qur’an. Semuanya peristiwa besar yang akan memberi pelajaran manusia dalam mendapatkan kejayaan.

Lihatlah tuan-tuan! Perhatikan kisah ini baik-baik. Peristiwa apa yang terjadi sampai Allah SWT menuliskannya didalam al-Qur’an? Mestinya timbul pertanyaan dalam diri kita setelah membaca kisah ini.

1. Siapakah pelaku dalam kisah ini sehingga begitu mulianya terabadikan didalam al-Qur’an?
2. Berapa jumlah pelaku dalam peristiwa diatas?
3. Pekerjaan besar apa yang dia buat sehinggakan kisahnya dibaca sampai hari kiamat dan dijadikan petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa?
4. Perkataan yang hebat seperti apa yang diucapkannya sehingga lafadz itu ditiru oleh Allah SWT menjadi kalamullah? Yang mana jika orang sesudahnya meniru ucapan ini akan diberikan pahala oleh Allah SWT.
5. Apa akibat yang didapat dan natijah / hasil apa yang diperolehnya dari kerja yang dia buat itu?


Kisah Habib an-Najar

• Menurut riwayat yang mutawatir dan masyhur menunjukkan bahawa hamba pilihan dalam surat Yasin tersebut adalah Habib an-Najar yang menyokong / membantu kerja dakwah 3 orang utusan yang dikirim oleh Nabi Isa Alaihis Salam (AS) untuk kaum Atakiah.
• Kerja yang dibuatnya adalah mendakwahkan kaumnya agar ikut kepada para utusan Nabi Isa AS.
• Dan dia berperanan sebagai Rehabar / Dalil (penunjuk jalan) yang menolong program Jamaah dakwah yang berjumlah 3 orang yang datang di kampungnya.
• Allah berfirman:
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian kami kuatkan dengan (utusan) ketiga [Yasin, ayat 14]
Maka terlihat dari ayat ini ada 3 utusan yang dihantar Nabi Isa AS. Dalam bahasa Arab hitungan tiga dikatakan Jamaah.


Tugas yang dikerjakan 3 orang

• Jika 3 orang Islam berjalan di muka bumi mereka tak halal tanpa mengangkat seorang amir. Maka dapat dipastikan salah seorang mereka pastilah ada Amir.
• Orang yang datang dihantar terakhir untuk menguatkan adalah Makmur.
• Orang yang bicara hanya seorang saja sebagaimana KISAH MUSA AS dan HARUN AS maka yang menjadi buru bicara / Mutakalim adalah Musa AS saja.


Orang yang ke Empat adalah Habib an-Najar

• Sedangkan Habib an-Najar menjadi Rehbar / Dalil bagi jamaah dakwah untuk menjumpai kaumnya.
• Dia berlari dari pinggir kota tergesa-gesa / cepat-cepat kerana ada jamaah Dakwah yang datang ke kampungnya.
• Habib an-Najar memposisikan diri sebagai Ansor sedangkan 3 orang Jamaah yang dihantar Nabi Isa AS sebagai Muhajirin.


Lafadz yang diucapkan Habib an-Najar yang dijadikan sebagai Firman Allah SWT dalam al-Qur’an

• Hai kaumku ikutilah utusan-utusan itu
• Ikutilah orang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk
• Mengapa aku tidak menyembah (Ilah) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?
• Mengapa aku akan menyembah ilah-ilah selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa'at mereka tidak memberi manfa'at sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?
• Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
• Sesungguhnya aku telah beriman kepada Rabbmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.


Dalam Jaulah yang sekarang dibuat oleh Ummat Islam maka Rehbar / penunjuk jalan yakni orang tempatan mengatakan:
Assalamualaikum.. Pak, ini ada tamu dari masjid, Jamaah Dakwah mau bicara sama bapak, mohon didengarkan / diikuti.


Hasil Apa yang didapat Habib an-Najar dari Kerja Dakwahnya

Hasil dari kerja yang dibuatnya adalah pembunuhan terhadap dirinya, dan Allah SWT telah memuliakannya dengan memasukkannya ke dalam syurga, beliau RA mengatakan:
Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,
Apa yang menyebabkan Rabbku memberikan ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".


(Jadi hasil dari kerja Habib an-Najar yakni sebagai penunjuk jalan / dalil / rehbar bagi utusan / da’I adalah pengampunan dari Allah, dan kemuliaan, dan dimasukkan ke dalam syurga)

Tuan-tuan! Dari kisah ini dilihat Habib an-Najar sebagai Ansor sedangkan 3 orang utusan sebagai Muhajirin maka tugas Ansor apabila nusrah terhadap jamaah dakwah harus ‘bersegera’ jangan tunda-tunda membantu jamaah dakwah.

Dan nusrah yang pertama adalah nusrah program dakwahnya, bukan nusrah keperluan (makan, cuci, dll). Jadi kerja dakwah yang harus diutamakan.

[Susunan Abu Fathimah, ‘Jauhlah Dalam Surat Yasin – Metode Dakwah yang Sudah Teruji’, cetakan Annisa Photoshop Cempaka Baru Kemayoran, Cetakan ke2 Juni 2008]

No comments: