Hadith


Beramal dan Menyampaikan


Random Hadith Widget

Saturday, January 25, 2014

Apakah Memperbaiki Urusan Agama harus dengan Kekuasaaan ?


Orang yang memperbaiki urusan agama tidak harus punya kekuasaaan. 25 rasul yang disebutkan dalam al-Quran bukanlah penguasa, kecuali 3 orang rasul saja, yaitu Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman. Adapun Nabi Yusuf menjadi penguasa di Mesir hanya beberapa tahun saja, kemudian menjadi rasul tanpa menjabat sebagai penguasa. Memperbaiki urusan agama bisa dilakukan dengan kejernihan hati, bukan dengan kekuasaan. Hal itu karena tidak ada paksaan dalam agama, sedangkan tabiat penguasa adalah memaksa.


Syekh Yusri Rusydi dari khutbah Jumat di masjid al-Asyaraf, Muqattam 24 Januari 2014

[dipetik dari https://www.facebook.com/suara.alazhar]

Monday, December 2, 2013

Pengenalan Kepada Mazhab Imam Syafi'i Rahimahullah


Syaikh Arsalan Haque membincangkan mengenai perkembangan Mazhab Imam Syafii zaman berzaman, rantaian emas, kurikulum tradisi bagi pelajar mazhab Syafii, dan pengenalan terhadap kitab Minhaj al-Tholibin.

http://www.youtube.com/playlist?list=PLGrJQVLFsooDm7VcIzmF2qW5w9kqMImgF

Monday, November 25, 2013

Jadilah sebagai penghubung

Kita tahu, dan Allah lebih Mengetahui, yang kita ni jahat, banyak buat salah, pendosa, iman lemah, amal sikit, akhlak buruk, fikir agama kurang, risau ummat jauh sekali.. tak mampu nak jadi penghubung manusia kepada Allah, nak ajak manusia kepada Allah, nak cerita kepada manusia kepada perintah-perintah Allah..
Tapi sekurang-kurangnya, jadilah penghubung manusia kepada orang yang mengajak manusia kepada Allah, kenalkan manusia dengan orang-orang yang boleh mendekatkan manusia dengan Allah, dengan niat mudah-mudahan Allah jadikan kita dalam golongan yang mengajak manusia kepada Allah jua.

Jadilah alim. Kalau tak dapat, jadilah orang yang belajar dengan alim. Kalau tak dapat jugak, jadilah orang yang mendengar kata-kata orang alim. Kalau tak dapat jugak, jadilah pencinta kepada golongan alim, orang yang belajar dengan orang alim dan orang yang mendengar kata-kata orang alim.

Ya Allah, ampunilah aku yang banyak dosa ;-(

Sunday, November 17, 2013

Kaum yang di 'irihati' oleh Ambiya' dan Syuhada'

Al-Baihaqiyy dan An-Naqoosy telah mentakhrijkan di dalam mu'jamnya dan Ibn An-Najjaar daripada Waaqid bin Salaamah daripada Yaziid Ar-Riqoosyiyy dari Anas ra. Bahawa Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallaam telah bersabda (mafhuumnya) :

Sudikah aku kabarkan kepada kalian akan qaum-qaum yang mana mereka itu adalah bukan para anbiyaa` dan buka pula para syuhadaa`, (walhal) pada hari qiyaamat (nanti) para anbiyaa` dan para syuhadaa` merasa ghibtoh (iri hati) terhadap mereka itu lantaran manaazil (status- status) mereka (begitu dekat) dengan Allah, di atas minbar-minbar daripada nuur mereka dikenali.

Lalu mereka (para Sahabat r.ahum) Bertanya : siapakah mereka itu wahai Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallaam? Baginda menjawab (mafhuumnya) : al-ladziina yuhabbibuuna `ibaadaloohi ilAllahi, wa yuhabbibuunAllaha ilaa `ibaadihi, wa yamsyuuna `alal-ardhi nushan; artinya: (yaitu) orang-orang yang menjadikan para hamba Allah dicintai oleh Allah SWT , dan menjadikan Allah SWT dicintai oleh para hambanya, dan mereka itu berjalan kaki di atas (permukaan) bumi dalam hal keadaan memberikan nasihat.

Maka aku berkata : ini menjadikan Allah SWT dicintai oleh para hambanya, maka bagaimanakah mereka menjadikan para hamba Allah SWT dicintai oleh Allah SWT ? Jawab baginda Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallaam (mafhuumnya) : mereka itu menyuruh para hamba Allah dengan apa yang Allah SWT suka dan mereka itu mencegah para hamba Allah SWT daripada apa yang Allah SWT benci, maka apabila para hamba Allah SWT itu mentho'ati mereka lalu Allah `azza wa jalla menyintai mereka itu (yakni para hamba Allah itu).

Hayaatush-Shohaabah, juzu` 3, halaman 288 dan 289.
Risalah Fikir (229)


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150930444567291&set=a.10150438780692291.360880.592637290&type=1&theater


Thursday, November 14, 2013

Hazrat Maulana Husain Ahmad Madani Rahimahullah Mengajar di Darul Ulum Deoband (tahun 1950)



Gambar yang jarang-jarang boleh dilihat. Hazrat Maulana Husain Ahmad Madani Rahimahullah sedang mengajar Sahih Bukhari di Darul Ulum Deoband (tahun 1950). Gambar ini mungkin diambil oleh pihak kerajaan India pada masa itu. Diantara para pelajar  adalah dari Afghanistan, Indonesia, Malaysia, China, Turkistan, Pakistan, Afrika Selatan dan Mesir.

Gambar dipetik dari
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=540361782720821&set=a.403695976387403.93241.100002410115334&type=1&theater