Hadith


Beramal dan Menyampaikan


Random Hadith Widget

Sunday, February 9, 2014

Rahasia Mengorbankan 1/10 hidup kita




Hadits yang menyatakan bergunanya kita mengorbankan 1/10 hidup kita dan kelebihan bagi orang-orang yang mengorbankan 1/10 masa hidupnya untuk ber'amar ma'ruf nahi mungkar

Hadit ini termaktub dalam sunan Turmudzi sbb :

حدثنا إبراهيم بن يعقوب الجوزجاني حدثنا نعيم بن حماد حدثنا سفيان بن عيينة عن ابي الزناد عن الأعرج عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه و سلم قال إنكم في زمان من ترك منكم عشر ما أمر به هلك ثم يأتي زمان من عمل منكم بعشر ما أمر به نجا قال أبو عيسى هذا حديث غريب لا نعرفه إلا من حديث نعيم بن حماد عن سفيان بن عيينة قال وفي الباب عن أبي ذر و أبي سعيد ضعيف


Akan tiba satu zaman, muncul orang-orang yang mengorbankan 1/10 daripada (hidupnya) untuk beramar ma'ruf nahi mungkar dan daripada manusia yang beramal dengan mengorbankan 1/10 hidupnya itu akan menuai kejayaan/keberhasilan

statusnya adalah Ghorib dan daripada jalannya Na'im bin hamid daripada Sufyan bi "uyainah, dan Dhoif ia itu daripada Abi Dzar dan abi Sa'id

namun hadit ini telah dihukumkan Hasan Ghorib (hadits hasan yang hanya punya satu riwayat) oleh Ibn Taimiyyah sbb :

َلِلتَّرْمِذِيِّ: عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رضي الله عنه عَنْ اَلنَّبِيِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: إِنَّكُمْ فِي زَمَانٍ، مَنْ تَرَكَ مِنْكُمْ عُشْرَ مَا أُمِرَ بِهِ هَلَكَ، وَيَأْتِي عَلَى اَلنَّاسِ زَمَانٌ مَنْ عَمِلَ مِنْهُمْ بِعُشْرِ مَا أُمِرَ بِهِ نَجَا وَقَالَ: حَسَنٌ غَرِيبٌ

dan dalam Sohihahnya atas Sunan Turmudzi, Al-Albani telah mengeluarkan Hadit itu dengan status Sohih, sbb :

حدثنا إبراهيم بن يعقوب الجوزجاني حدثنا نعيم بن حماد حدثنا سفيان بن عيينة عن ابي الزناد عن الأعرج عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه و سلم قال إنكم في زمان من ترك منكم عشر ما أمر به هلك ثم يأتي زمان من عمل منكم بعشر ما أمر به نجا (صححه الألباني في "صحيح سنن الترمذي" 2 / 508

jadi, setiap kita perlu untuk berkorban 1/10 daripada hidup untuk mengajak orang lain ta'at kepada Allah, karena kita termasuk ummat yang hidup di akhir zaman..


[dipetik dari http://anak8garut.blogspot.co.uk/2009/10/rahasia-mengorbankan-110-hidup-kita.html]



--------

Dan Allah bersumpah dengan masa, bahawa manusia semuanya dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh, dan berpesan-pesan dengan kebenaran dan kesabaran.

Teringat dengan pesanan Masyaikh kita: Jika kamu tak luangkan masa untuk agama, maka masa tetap akan digunakan, tapi bukan untuk agama.

Kalam sufi: Jika kita tidak 'memotong' masa, maka masa akan 'memotong' kita.

Semoga kita termasuk dalam golongan yang mengguna dan melapangkan masa dengan sebanyak-banyaknya untuk agama dan usaha atas agama, Amin..



[gambar hiasan]

Saturday, February 8, 2014

Allah Pemberi Rezeki & Pemberi Ilmu



Tahun 2008, saya pernah bayan dalam bahasa arab di satu mesjid dekat Jami’atul Iman, Sonaa, ibukota Yaman. Selesai bayan, seorang anak muda mengajak saya bertemu dengan para dosennya.Kami duduk di dekat taman dan saya dikelilingi 3 orang, salah satunya bertitel Doktor Syariah. Seorang di antaranya berkata:

- ‘Tadi dalam bayan anda mengatakan semuanya datang dari Allah, segalanya milik Allah, sedikit-sedikit Allah. Nah, saya punya anak dan isteri yang tinggal di balik bukit sana (sambil menunjuk ke arah bukit). Kalau saya tak mengirim belanja atau makanan, apa yang mereka makan, apakah ada yang langsung dari Allah ?’

- Saya pun menjawab: ‘Pertanyaan anda merupakan siaran ulangan dari pertanyaan Nabi Zakaria as:

كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Setiap kali Zakariyya datang ke mihrab, di situ dijumpainya makanan siap hidang, ia tanya :”Hai Maryam, dari mana makanan ini. Dijawab: Itu dari sisi Allah, Dia yang memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.[5]

Ada dua pelajaran, pertama; Pantaskah seorang Nabi bertanya tentang rezeki, padahal Nabi adalah guru tauhid, yang pasti sudah tahu semua itu datangnya dari Allah Swt. Kedua, yang ditanya seorang wanita (bukan Nabi, karena tidak ada wanita yang Nabi) dalam keadaan terkucil dilanda fitnah besar. Ternyata iman wanita itu mengagumkan, perhatikan, katanya:

‘Semua itu dari sisi Allah, Dia yang memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab’.

Bayangkan, wanita lemah dengan keluguannya dapat memberi tarbiyah (pelajaran) iman kepada seorang Nabi, bukankah Nabi itu professor iman ? Di sini Allah Swt memberi tarbiyah, bahwa orang pintar, ahli ilmu , bahkan seorang Nabi pun masih tetap harus belajar, dan kadang gurunya adalah orang awam atau yang lebih bodoh darinya.

Maka, seorang dari yang bertanya kepada saya menyatakan: ‘Sodaqta ya syeikh (anda benar bung)’.

Coba kita perhatikan lagi ayat ini :

;فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا
Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami .

Di sini jelas bahwa kisah Khidir yang orang biasa dan Musa as yang ulu al ‘Azmi tapi telah banyak bertanya dan itu sebagai bukti ketidaksabaran Musa as. Khidir telah memberi pelajaran sabar (sebagai wujud iman) kepada Musa as. Oleh sebab itu pula ayat tersebut menjelaskan “Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”, satu bukti bahwa ilmu tak selamanya dari guru atau ulama, Allah sendiri Maha Mampu memberikan ilmu langsung kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

(Ust. Abdurrahman Lubis)


[Gambar Hiasan]

[dipetik dari http://palangiran.blogspot.co.uk/2013/08/belajar-sama-orang-katanya-bodoh.html]

Thursday, February 6, 2014

Korban Emas Warisan Jadi Asbab Hidayah


Karghozari via group WA Tabligh

Satu jamaah eropa telah dihantar ke pakistan mereka buat tasykil satu jamaah pakistan cash ikut bersama mereka ke eropa.

Musyawarah markaz putuskan 1jamaah terbentuk dieropa. Amir yg ditunjuk tak siap uang. Ia pulang kerumah sedih, fikir bagaimana cara bisa penuhi takaza.

Buat amalan do'a, dan menangis. Istrinya tau kesedihan suaminya karna tak bisa penuhi takaza, maka istrinya katakan, " juallah gelang warisan saya ini untuk engkau berangkat wahai suamiku".

Suami terharu, istri faham mau korbankan harta warisan untuk takaza. Gelang dijual, satu jamaah akhirnya berangkat ke eropa.

Dieropa buat tasykil dan dakwah sungguh- sungguh. Orang- orang eropa terkesan dengan jamaah dan banyak yg dapat hidayah masuk islam (mualaf).

Lepas jamaah selesai para mualaf ucapkan terimakasih kepada jamaah yg menjadi asbab hidayah. Salah satu ahli jamaah katakan, "wahai saudara jangan berterimakasih kepada kami, tetapi kepada ALLAH sebab ALLAH beri hidayah kepada kalian, karna ada pengorbanan salah seorang istri dari kami, dia korban telah jual emas warisannya untuk suami keluar dijalan ALLAH.

Orang eropa kagum mendengarkannya, tiba dirumah dia ceritakan pada istrinya. Istrinya takjub, tersentuh dan menangis dengan pengorbanan wanita itu.

Istrinya katakan azam akan keluar masturoh ke pakistan sambil ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada wanita tersebut.

ALLAH izinkan mereka keluar masturoh dipakistan, mereka datang kemarkaz, saat hampir selesai program istrinya minta diantarkan untuk menemui wanita itu.

Mereka datang kekampungnya, masuk kerumahnya dan temui wanita itu.

Suasana haru, saling peluk, saling tangis, wanita eropa katakan: "wahai saudariku, asbab gelang yg kamu jual untuk suami kamu berangkat maka kami sekeluarga bebas dari neraka..

ALLAHUAKBAR!

Jadi harta yg digunakan dijalan ALLAH jadi asbab Hidayah dan pahalanya mengalir sampai hari kiamat.




[gambar hiasan]


[dipetik dari https://www.facebook.com/groups/mahodum/]



Ustaz Kiyai Dai Kondang Memuliakan Usaha Dakwah dan Tabligh



Kepesatan penduduk di bandar raya Indonesia memaksa rumah2 dibina mnjadi amat rapat. Ada seorang makcik, melihat kedatangan Jemaah Jalan Kaki ke Masjid yg bersebelahan dgn rumahnya. Jadi kebetulan di TV makcik dirumahnya, ada acara live rancangan sesi soal jawab agama bersama Ustaz Kiyai Dai Kondang, seorang selebriti dakwah paling terkenal masa kini. Seumpama Ust. Don atau UAI kita disini. Lalu makcik ni pun call rancangan tersebut dan dgn kuasa Allah, dlm jutaan rakyat Indonesia yg sedang cuba call, Allah izinkan panggilan dibuat makcik itu utk bercakap secara LIVE bersama Ustaz Kiyai Dai Kondang. Lantas terus si makcik itu bertanya..." Ya Ustodtz, bagaimana ini masjid di sebelah rumah sy ini di masuki satu jemaah dakwah laki2 yg bajunya kotor dan kusut masai... Malah berani mereka masak2 di masjid itu... Apa perlu sy buat? Laporkan kpd penguasa atau Ustodzt tolong ambil tindakan segera!"

Mendengar sahaja akan Ustaz Kiyai Dai Kondang..." Wahai Ibu yg amat ku sanjung lagi ku hormati...."air mata beliau jelas nampak gugur dan diseka beliau..." Jika Ibu lihat baju mereka kotor, ambillah dan basuhkan utk mereka... Jika Ibu lihat baju mereka kusut ambillah dan seterikakanlah... Jika Ibu lihat mereka memasak, Ibu ambil masakan terpaling istimewa dari rumah Ibu dan hidangkan kpd mereka..."" Sesungguhnya wahai Ibu ku sayang, Pekerjaan yg sedang mereka lakukan itu adalah Terlebih Mulia dari pekerjaan saya ini bahkan mereka itu sahaja jauh amat tinggi dari saya..."
Dan ini disaksikan oleh Allah secara live utk tontonan jutaan penduduk Indonesia waktu itu.

الحمدلله. .ماشاء الله. ..


[gambar hiasan]


[dipetik dari https://www.facebook.com/groups/mahodum/]

Saturday, January 25, 2014

Apakah Memperbaiki Urusan Agama harus dengan Kekuasaaan ?


Orang yang memperbaiki urusan agama tidak harus punya kekuasaaan. 25 rasul yang disebutkan dalam al-Quran bukanlah penguasa, kecuali 3 orang rasul saja, yaitu Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman. Adapun Nabi Yusuf menjadi penguasa di Mesir hanya beberapa tahun saja, kemudian menjadi rasul tanpa menjabat sebagai penguasa. Memperbaiki urusan agama bisa dilakukan dengan kejernihan hati, bukan dengan kekuasaan. Hal itu karena tidak ada paksaan dalam agama, sedangkan tabiat penguasa adalah memaksa.


Syekh Yusri Rusydi dari khutbah Jumat di masjid al-Asyaraf, Muqattam 24 Januari 2014

[dipetik dari https://www.facebook.com/suara.alazhar]